Selasa, 11 Oktober 2011

Orangutan

Orangutan adalah salah satu satwa primata yang hampir punah di dunia ini. Satwa ini hanya terdapat di pulau Sumatera dan Kalimantan. Popolasi di Sumatera hanya tinggal 7000 orangutan sedangkan di Kalimantan sekitar 50.000. Orangutan populasinya dari waktu ke waktu semakin menurun populasinya, hal ini disebabkan karena hilang/rusaknya hutan sebagai habitat tempat mereka tinggal. Pembukaan hutan secara besar2an oleh perkebunan, pertambangan, transmigrasi dan penebangan kayu baik oleh masyarakat maupun perusahaan.  Sebagai salah satu kera besar yang ada di dunia (ingat perbedaan kera dengan monyet : kalo kera ngga ada ekornya sedangkan monyet ada) orangutan secara genetik mirip manusia, DNA orangutan 97 % mirip DNA manusia tapi ada primata lain yang DNA nya 99 % mirip manusia yaitu Simpanse (satwa ini termasuk satwa yang cerdas). Orangutan banyak hidup di hutan dataran rendah seperti hutan rawa gambut dan sangat sedikit terdapat di hutan yang tingginya di atas 1000 m dpl. Untuk menjaga populasinya agar tidak menurun secara drastis maka kita harus peduli terhadap nasib mereka dengan cara tidak merusak habitatnya, tidak melakukan perburuan, tidak memperdagangkan dan harus kita lakukan konservasi baik secara eksitu ataupun insitu. Konservasi eksitu merupakan kegiatan yang dilakukan di luar kawasan habitatnya sedangkan insitu yang dilakukan di dalam habitatnya.  Orangutan hidup soliter/semi soliter di habitatnya, makanan kegemarannya adalah buah2an, daun, rayap, kulit kayu dll. Orangutan membuat sarang sebagai tempat beristirahat, tidur setiap harinya, namun demikian orangutan bisa tinggal berhari-hari di sarangnya apabila didekat sarang tersebut banyak terdapat pohon buah yang disukainya.... oleh karena itu dalam menghitung populasinya kita harus hati-hati karena metode yang dapat digunakan adalah dengan menghitung sarangnya (nest count). Di Kalimantan (termasuk Malaysia dan Brunei) ada tiga sub jenis orangutan sedangkan di Sumatera hanya ada satu sub jenis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar